WHATSAPP
TELEPON

All New Terios Karawang

All New Terios

Image All New Terios
Image All New Terios
Image All New Terios
Image All New Terios
Image All New Terios
img All New Terios
img All New Terios
img All New Terios
img All New Terios
img All New Terios

All New Terios mengalami perubahan total tidak hanya dari sisi desain, tapi juga fitur yang ditawarkan. Tak lain bertujuan untuk merebut kembali pangsa pasar Low SUV yang beberapa tahun belakangan direnggut Honda BR-V. Apalagi eksistensi semakin terancam setelah kedatangan Mitsubishi Xpander yang ber-DNA SUV walau sebenarnya Low MPV. Tentu pekerjaan yang tak mudah bagi Daihatsu. Meski terkesan pengembangannya sangatlah singkat, Daihatsu tentu tak gegabah merancang mobil sesuai harapan konsumen Indonesia.


Upaya menggertak para rivalnya, dilakukan dengan cara merancang desain yang lebih dinamis dan membenamkan banyak fitur baru. Tabiat sebagai SUV tetap dipertahankan dengan membiarkan memakai konstruksi unibody. Ya, dengan kata lain, rangka Terios masih sama dengan yang lama, hanya kulitnya saja yang berganti. Struktur semi-monokok mampu menopang ‘kaki-kaki’ lebih jenjang dan ban besar. Alhasil, ground clearance setinggi 220 mm tercipta.


Mesin tetap berkapasitas 1,5-liter tapi berganti unit. Seri 3SZ-VE yang selama 10 tahun mengisi ruang mesin Rush-Terios, dipensiunkan untuk beralih ke mesin modern 2NR-VE. Mesin ini sudah dipakai Avanza Veloz terbaru dan sudah cukup diketahui karakternya. Namun ternyata transmisi Terios masih tergolong konservatif. Tetap mengandalkan manual 5-speed dan otomatis torque converter 4-speed sebagai penyalur tenaga ke roda belakang (RWD).


All New Terios ditawarkan dalam dua varian utama, tipe X dan R. Masing-masing tipe memiliki trim Deluxe yang dibedakan dari aero kit dan kamera parker. Masing-masing trim dibagi lagi untuk pilihan transmisi manual atau otomatis. Sehingga, Terios memiliki total 8 tipe.

Interior & Fitur

Layout dasbor tegak memberi kesan sebagai SUV. Dari sini terasa kesan SUV-nya ketimbang melihat desain luar. Material plastik masih mendominasi seisi kabin. Tidak ada tempelan soft touch seperti di Rush TRD Sportivo. Sarana hiburan terpusat dari monitor layar sentuh 2DIN dengan fitur DVD, USB hingga mirroring. Air Conditioning sudah model digital otomatis, tapi hanya ada di Terios tipe R dan R Deluxe.

Tipe R sebagai varian tertinggi dilengkapi smart entry key dan tombol engine start/stop. Untuk pengaturan posisi mengemudi ada seat height adjuster, tapi sayang tanpa telescopic steering. Fitur keselamatan hanya diberi dua saja, untuk pengemudi dan penumpang depan. Kontras dengan Rush yang berani memberi 6 airbag. Tapi Daihatsu memberikan kamera 360 sebagai penggantinya. 

Eksterior

Desain Rush dan Terios terbaru merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu. Ketika terlihat secara utuh, pro dan kontra pun bertebaran. Kesan SUV yang kental di Terios lama telah sirna. Gantinya, wujud ala crossover yang dinamis dan streamline tanpa ada lagi ban serep di belakang. Lebih mencirikan SUV masa kini yang terkena arus urban. Tapi tetap gagah jika melihat postur SUV di bagian roda. Tinggi dengan ban profil tebal.

Memang harus diakui juga, rancangan Terios tidaklah original. Terbesit desain mobil lain, contohnya bagian muka yang mirip Honda CR-V generasi keempat. Terutama dari desain lampu menyipit ke atas dan mengapit grille ekstrabesar. Lampu utama ini sudah memakai LED yang hemat daya, begitu pula dengan lampu belakang. Buritannya sendiri ada kemiripan dengan Honda Mobilio. Di bagian tengahnya diberi warna hitam untuk membedakan dengan Toyota Rush.

Pengendalian & Pengendaraan

Rasa berkendara Terios lama amat keras, kaku dan tidaklah nyaman. Melihat spesifikasi Terios baru, konstruksi MacPherson strut di depan dan axle rigid di belakang tidak berubah dan tipikal SUV. Memang belum dirasakan secara langsung, tapi kami berharap ada perubahan dari sisi bantingan dan peredaman suspensi. Setidaknya bisa lebih nyaman dan tidak ada lagi gejala memantul yang terkadang memabukkan.

Pengendalian di kecepatan dipastikan lebih aman karena sudah ada fitur Vehicle Stability Control (VSC). Fitur yang hanya ada di Terios tipe R dan R Deluxe ini bekerjasama dengan sistem pengereman untuk menghindari terjadinya gejala oversteer maupun understeer. Ada juga Hill Start Assist (HSA) yang bertugas membantu akselerasi setelah berhenti di tanjakan.


Mesin & Konsumsi BBM


Mesin yang dipakai, 2NR-VE Dual VVT-i, sudah lebih dulu digunakan oleh Toyota Avanza Veloz. Tenaga puncak sebesar 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 136 Nm pada 4.200 rpm. Seluruh daya tersalur menuju roda belakang (RWD) melalui transmisi manual 5-speed atau otomatis konvensional 4-speed. Mesin tidaklah kencang tapi tidak juga lamban. Tergolong pas saja dan sangat cukup dipakai untuk jalanan luar kota. Karakter sebaran torsi cenderung merata di setiap putaran, namun tenaga baru terasa galak di rpm tinggi. Perlu tega menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengerahkan seluruh kemampuannya.


Transmisi manualnya masih memiliki rasio gigi cukup kasar. Dapat disimpulkan napas setiap tarikan antar gigi pendek-pendek seperti di Avanza. Mengingat bodi yang lebih besar dan berbobot, seperti tidak seresponsif di Avanza Veloz. Soal ini butuh pembuktian lebih lanjut melalui pengujian komprehensif.


Overview

All New Terios mengalami perubahan total tidak hanya dari sisi desain, tapi juga fitur yang ditawarkan. Tak lain bertujuan untuk merebut kembali pangsa pasar Low SUV yang beberapa tahun belakangan direnggut Honda BR-V. Apalagi eksistensi semakin terancam setelah kedatangan Mitsubishi Xpander yang ber-DNA SUV walau sebenarnya Low MPV. Tentu pekerjaan yang tak mudah bagi Daihatsu. Meski terkesan pengembangannya sangatlah singkat, Daihatsu tentu tak gegabah merancang mobil sesuai harapan konsumen Indonesia.


Upaya menggertak para rivalnya, dilakukan dengan cara merancang desain yang lebih dinamis dan membenamkan banyak fitur baru. Tabiat sebagai SUV tetap dipertahankan dengan membiarkan memakai konstruksi unibody. Ya, dengan kata lain, rangka Terios masih sama dengan yang lama, hanya kulitnya saja yang berganti. Struktur semi-monokok mampu menopang ‘kaki-kaki’ lebih jenjang dan ban besar. Alhasil, ground clearance setinggi 220 mm tercipta.


Mesin tetap berkapasitas 1,5-liter tapi berganti unit. Seri 3SZ-VE yang selama 10 tahun mengisi ruang mesin Rush-Terios, dipensiunkan untuk beralih ke mesin modern 2NR-VE. Mesin ini sudah dipakai Avanza Veloz terbaru dan sudah cukup diketahui karakternya. Namun ternyata transmisi Terios masih tergolong konservatif. Tetap mengandalkan manual 5-speed dan otomatis torque converter 4-speed sebagai penyalur tenaga ke roda belakang (RWD).


All New Terios ditawarkan dalam dua varian utama, tipe X dan R. Masing-masing tipe memiliki trim Deluxe yang dibedakan dari aero kit dan kamera parker. Masing-masing trim dibagi lagi untuk pilihan transmisi manual atau otomatis. Sehingga, Terios memiliki total 8 tipe.

Interior & Fitur

Layout dasbor tegak memberi kesan sebagai SUV. Dari sini terasa kesan SUV-nya ketimbang melihat desain luar. Material plastik masih mendominasi seisi kabin. Tidak ada tempelan soft touch seperti di Rush TRD Sportivo. Sarana hiburan terpusat dari monitor layar sentuh 2DIN dengan fitur DVD, USB hingga mirroring. Air Conditioning sudah model digital otomatis, tapi hanya ada di Terios tipe R dan R Deluxe.

Tipe R sebagai varian tertinggi dilengkapi smart entry key dan tombol engine start/stop. Untuk pengaturan posisi mengemudi ada seat height adjuster, tapi sayang tanpa telescopic steering. Fitur keselamatan hanya diberi dua saja, untuk pengemudi dan penumpang depan. Kontras dengan Rush yang berani memberi 6 airbag. Tapi Daihatsu memberikan kamera 360 sebagai penggantinya. 

Eksterior

Desain Rush dan Terios terbaru merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu. Ketika terlihat secara utuh, pro dan kontra pun bertebaran. Kesan SUV yang kental di Terios lama telah sirna. Gantinya, wujud ala crossover yang dinamis dan streamline tanpa ada lagi ban serep di belakang. Lebih mencirikan SUV masa kini yang terkena arus urban. Tapi tetap gagah jika melihat postur SUV di bagian roda. Tinggi dengan ban profil tebal.

Memang harus diakui juga, rancangan Terios tidaklah original. Terbesit desain mobil lain, contohnya bagian muka yang mirip Honda CR-V generasi keempat. Terutama dari desain lampu menyipit ke atas dan mengapit grille ekstrabesar. Lampu utama ini sudah memakai LED yang hemat daya, begitu pula dengan lampu belakang. Buritannya sendiri ada kemiripan dengan Honda Mobilio. Di bagian tengahnya diberi warna hitam untuk membedakan dengan Toyota Rush.

Pengendalian & Pengendaraan

Rasa berkendara Terios lama amat keras, kaku dan tidaklah nyaman. Melihat spesifikasi Terios baru, konstruksi MacPherson strut di depan dan axle rigid di belakang tidak berubah dan tipikal SUV. Memang belum dirasakan secara langsung, tapi kami berharap ada perubahan dari sisi bantingan dan peredaman suspensi. Setidaknya bisa lebih nyaman dan tidak ada lagi gejala memantul yang terkadang memabukkan.

Pengendalian di kecepatan dipastikan lebih aman karena sudah ada fitur Vehicle Stability Control (VSC). Fitur yang hanya ada di Terios tipe R dan R Deluxe ini bekerjasama dengan sistem pengereman untuk menghindari terjadinya gejala oversteer maupun understeer. Ada juga Hill Start Assist (HSA) yang bertugas membantu akselerasi setelah berhenti di tanjakan.


Mesin & Konsumsi BBM


Mesin yang dipakai, 2NR-VE Dual VVT-i, sudah lebih dulu digunakan oleh Toyota Avanza Veloz. Tenaga puncak sebesar 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 136 Nm pada 4.200 rpm. Seluruh daya tersalur menuju roda belakang (RWD) melalui transmisi manual 5-speed atau otomatis konvensional 4-speed. Mesin tidaklah kencang tapi tidak juga lamban. Tergolong pas saja dan sangat cukup dipakai untuk jalanan luar kota. Karakter sebaran torsi cenderung merata di setiap putaran, namun tenaga baru terasa galak di rpm tinggi. Perlu tega menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengerahkan seluruh kemampuannya.


Transmisi manualnya masih memiliki rasio gigi cukup kasar. Dapat disimpulkan napas setiap tarikan antar gigi pendek-pendek seperti di Avanza. Mengingat bodi yang lebih besar dan berbobot, seperti tidak seresponsif di Avanza Veloz. Soal ini butuh pembuktian lebih lanjut melalui pengujian komprehensif.


Foto

All New Terios mengalami perubahan total tidak hanya dari sisi desain, tapi juga fitur yang ditawarkan. Tak lain bertujuan untuk merebut kembali pangsa pasar Low SUV yang beberapa tahun belakangan direnggut Honda BR-V. Apalagi eksistensi semakin terancam setelah kedatangan Mitsubishi Xpander yang ber-DNA SUV walau sebenarnya Low MPV. Tentu pekerjaan yang tak mudah bagi Daihatsu. Meski terkesan pengembangannya sangatlah singkat, Daihatsu tentu tak gegabah merancang mobil sesuai harapan konsumen Indonesia.


Upaya menggertak para rivalnya, dilakukan dengan cara merancang desain yang lebih dinamis dan membenamkan banyak fitur baru. Tabiat sebagai SUV tetap dipertahankan dengan membiarkan memakai konstruksi unibody. Ya, dengan kata lain, rangka Terios masih sama dengan yang lama, hanya kulitnya saja yang berganti. Struktur semi-monokok mampu menopang ‘kaki-kaki’ lebih jenjang dan ban besar. Alhasil, ground clearance setinggi 220 mm tercipta.


Mesin tetap berkapasitas 1,5-liter tapi berganti unit. Seri 3SZ-VE yang selama 10 tahun mengisi ruang mesin Rush-Terios, dipensiunkan untuk beralih ke mesin modern 2NR-VE. Mesin ini sudah dipakai Avanza Veloz terbaru dan sudah cukup diketahui karakternya. Namun ternyata transmisi Terios masih tergolong konservatif. Tetap mengandalkan manual 5-speed dan otomatis torque converter 4-speed sebagai penyalur tenaga ke roda belakang (RWD).


All New Terios ditawarkan dalam dua varian utama, tipe X dan R. Masing-masing tipe memiliki trim Deluxe yang dibedakan dari aero kit dan kamera parker. Masing-masing trim dibagi lagi untuk pilihan transmisi manual atau otomatis. Sehingga, Terios memiliki total 8 tipe.

Interior & Fitur

Layout dasbor tegak memberi kesan sebagai SUV. Dari sini terasa kesan SUV-nya ketimbang melihat desain luar. Material plastik masih mendominasi seisi kabin. Tidak ada tempelan soft touch seperti di Rush TRD Sportivo. Sarana hiburan terpusat dari monitor layar sentuh 2DIN dengan fitur DVD, USB hingga mirroring. Air Conditioning sudah model digital otomatis, tapi hanya ada di Terios tipe R dan R Deluxe.

Tipe R sebagai varian tertinggi dilengkapi smart entry key dan tombol engine start/stop. Untuk pengaturan posisi mengemudi ada seat height adjuster, tapi sayang tanpa telescopic steering. Fitur keselamatan hanya diberi dua saja, untuk pengemudi dan penumpang depan. Kontras dengan Rush yang berani memberi 6 airbag. Tapi Daihatsu memberikan kamera 360 sebagai penggantinya. 

Eksterior

Desain Rush dan Terios terbaru merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu. Ketika terlihat secara utuh, pro dan kontra pun bertebaran. Kesan SUV yang kental di Terios lama telah sirna. Gantinya, wujud ala crossover yang dinamis dan streamline tanpa ada lagi ban serep di belakang. Lebih mencirikan SUV masa kini yang terkena arus urban. Tapi tetap gagah jika melihat postur SUV di bagian roda. Tinggi dengan ban profil tebal.

Memang harus diakui juga, rancangan Terios tidaklah original. Terbesit desain mobil lain, contohnya bagian muka yang mirip Honda CR-V generasi keempat. Terutama dari desain lampu menyipit ke atas dan mengapit grille ekstrabesar. Lampu utama ini sudah memakai LED yang hemat daya, begitu pula dengan lampu belakang. Buritannya sendiri ada kemiripan dengan Honda Mobilio. Di bagian tengahnya diberi warna hitam untuk membedakan dengan Toyota Rush.

Pengendalian & Pengendaraan

Rasa berkendara Terios lama amat keras, kaku dan tidaklah nyaman. Melihat spesifikasi Terios baru, konstruksi MacPherson strut di depan dan axle rigid di belakang tidak berubah dan tipikal SUV. Memang belum dirasakan secara langsung, tapi kami berharap ada perubahan dari sisi bantingan dan peredaman suspensi. Setidaknya bisa lebih nyaman dan tidak ada lagi gejala memantul yang terkadang memabukkan.

Pengendalian di kecepatan dipastikan lebih aman karena sudah ada fitur Vehicle Stability Control (VSC). Fitur yang hanya ada di Terios tipe R dan R Deluxe ini bekerjasama dengan sistem pengereman untuk menghindari terjadinya gejala oversteer maupun understeer. Ada juga Hill Start Assist (HSA) yang bertugas membantu akselerasi setelah berhenti di tanjakan.


Mesin & Konsumsi BBM


Mesin yang dipakai, 2NR-VE Dual VVT-i, sudah lebih dulu digunakan oleh Toyota Avanza Veloz. Tenaga puncak sebesar 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 136 Nm pada 4.200 rpm. Seluruh daya tersalur menuju roda belakang (RWD) melalui transmisi manual 5-speed atau otomatis konvensional 4-speed. Mesin tidaklah kencang tapi tidak juga lamban. Tergolong pas saja dan sangat cukup dipakai untuk jalanan luar kota. Karakter sebaran torsi cenderung merata di setiap putaran, namun tenaga baru terasa galak di rpm tinggi. Perlu tega menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengerahkan seluruh kemampuannya.


Transmisi manualnya masih memiliki rasio gigi cukup kasar. Dapat disimpulkan napas setiap tarikan antar gigi pendek-pendek seperti di Avanza. Mengingat bodi yang lebih besar dan berbobot, seperti tidak seresponsif di Avanza Veloz. Soal ini butuh pembuktian lebih lanjut melalui pengujian komprehensif.


Model Daihatsu Karawang

Daihatsu Luxio

Daihatsu Luxio adalah minivan yang dirancang untuk memuat delapan penumpang sekaligus. Mobil ini diperkenalkan pada tahun 2009 dan diproduksi di ,

Daihatsu Sigra

Overview SIGRA 2019 Kolaborasi Toyota dan Daihatsu, kembali menciptakan duet maut,

All New Terios

All New Terios mengalami perubahan total tidak hanya dari sisi desain, tapi juga fitur yang ditawarkan. Tak lain bertujuan untuk merebut kembali p,

Daihatsu Ayla

Salah satu kendaraan yang mengedepankan fungsi adalah Daihatsu Ayla, yang masih saja menjadi primadona bagi banyak masyarakat Indonesia. Mulai ibu,

Daihatsu Hi-Max

Dimensi+ SPESIFIKASI TEKNIS ,

Daihatsu Grand Max PU

Terkenal sebagai produsen kendaraan yang berukuran kecil dan berjenis off-road, perusahaan otomotif pertama asal Jepang ini berdiri dari tahun 190,

All new Serion

ALL ABOUT DAIHATSU SIRION Daihatsu Sirion memang bukan model yang terbilang sukse,

Grand new Xenia

Overview Daihatsu Xenia, MPV 7-seater yang lahir pada 2003 bersama dengan saudara,

DO Daihatsu Karawang